Tuesday, February 12, 2013

Penyakit Kencing Tikus (Leptospirosis)


Mungkin ramai yang sudah pernah mendengar tentang jangkitan penyakit kencing tikus. Walaupun penyakit ini jarang berlaku di Malaysia tetapi jika tidak ditangani dengan tepat boleh membawa maut. Baru-baru ini banyak tempat dilanda curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan bencana banjir dan kemungkinan untuk terjadi penyakit ini juga meningkat.  Berikut ini saya akan cuba berkongsi dengan anda tentang penyakit ini yang lebih dikenali dengan istilah Leptospirosis di bidang perubatan.

1. Apa yang dimaksud dengan penyakit Leptospirosis ?
Sebahagian masyarakat telah salah anggap bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus tetapi hakikat sebenar Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteria golongan Leptospira yang menyerang hewan namun dapat juga ditularkan ke manusia.
 
2. Bagaimana cara Leptospirosis ditularkan ?
Leptospirosis terutama ditularkan lewat kulit yang terluka (contoh: luka di kaki dan terkena air yang terkontaminasi) , namun juga dapat ditularkan lewat mulut (terminum air yang terkontaminasi), mata dan hidung.

3. Bagaimana penyakit Leptospirosis disebarkan ?
Karena kuman Leptospira dapat bertahan hidup cukup lama dalam ginjal hewan maka Leptospirosis terutama disebarkan oleh air seni hewan khususnya tikus yang sakit.
 
4. Apa bahan yang bertindak sebagai sumber penularan ?
Leptospirosis terutama ditularkan lewat air, makanan-minuman, tanah, lumpur yang terkontaminasi dengan air seni hewan yang sakit. Kuman Leptospira dapat bertahan hidup cukup lama dalam air, lumpur, tanah lembab dan tanaman.
 
5. Selain tikus, hewan apakah yang juga berpotensi tertular dan menyebarkan Leptospirosis ?
Tikus adalah sumber penularan utama, hewan lain yang berpotensi menularkan Leptospirosis ialah kucing, anjing, sapi, domba dan babi
 
6. Apakah Leptospirosis juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia ?
Walupun kemungkinan ada, cara penularan manusia ke manusia sangat jarang terjadi. Secara medis Leptospirosis dapat ditularkan lewat ASI ibu yang sakit bahkan ke janin yang sedang dikandungannya.
 
7. Siapakah yang beresiko tertular Leptospirosis ?
Yang beresiko tinggi tertular Leptospirosis adalah :
•  Pekerja yang harus sering berkontak dengan air, tanah dan lumpur antara lain : pembersih selokan(longkang), petani, tukang kebon, peternak, personal militer
•  Yang sering berkontak dengan hewan antara lain : pemilik hewan, dokter hewan
•  Individu yang terpapar air yang terkontaminasi misalnya pada saat banjir
•  Peserta wisata/camping yang berenang atau bermain di sungai/kolam/kebon yang terkontaminasi
 
8. Apakah gejala Leptospirosis ?
Tidak semua orang yang terkena Leptospirosis akan menunjukkan gejala.
Gejala baru timbul setelah lewat masa inkubasi sekitar 10 hari (2 – 30 hari) berupa :
•    Demam tinggi sampai menggigil
•    Nyeri kepala
•    Nyeri otot khususnya di daerah betis
•    Sakit tenggorokan
•    Batuk
•    Mual – muntah
•    Diare
 
9. Bagaimana memastikan seseorang terkena Leptospirosis ?
Karena gejala Leptospirosis tidak khas, mirip sakit tiphus (taun), influenza (selsema), maka untuk memastikan apakah seseorang, termasuk hewan memang tertular Leptospirosis, dokter akan sarankan pemeriksaan air seni (urin), darah dan cairan otak untuk mendeteksi adanya kuman atau antibody spesifik.
 
10. Apakah komplikasi Leptospirosis ?
Komplikasi Leptospirosis yang sangat berbahaya akan timbul bila kuman Leptospira berhasil menjalar dan merusak hati, ginjal, paru dan selaput otak berupa :
•    Mata kuning karena radang hati (hepatitis)
•    Radang selaput otak (meningitis)
•    Radang ginjal sampai gagal ginjal
•    Radang dan perdarahan paru
•    Perdarahan karena pembuluh draha mudah pecah
•    Kematian
 
11. Bagaimana pengobatan Leptospirosis ?
Penderita yang diduga terkena Leptospirosis sebaiknya segera konsultasi dokter. Pengobatan Leptospirosis dapat berupa :
•    Obat untuk menghilangkan gejala seperti demam, sakit kepala, batuk, mual, muntah dll
•  Antibiotik untuk memusnahkan kuman Leptospira a.l. Amoksisilin, Doksisiklin, Eritromisin, Ciplofloksasin dll.
Bila telah teradi komplikasi maka penderita perlu segera dirawat di Rumah Sakit untuk mendapat pengobatan yang lebih lengkap.
 
12. Bagaimana cara pencegahan Leptospirosis ?
Langkah-langkah pencegahan dapat berupa :
•    Pola hidup sehat
•    Waspadai tikus sebagai sumber utama
•    Hindari kontak dengan air seni hewan peliharaan
•    Pakai sepatu kedap air bila berjalan di lumpur/genangan air
•    Pakai sarung tangan bila berkebun
•    Hindari berenang di air yang mungkin tercemar
 
Khusus bagi para pekerja yang sering kontak dengan air, ada beberapa hal tambahan yang mudah-mudahan membantu mencegah kena tular penyakit ini:
•    Tutup luka dengan pembalut kedap air sebelum bekerja
•    Sedapat mungkinn hindari kontak langsung dengan bahan penularan
•    Pakai pelindung berupa sarung tangan, sepatu kedap air, masker, jubah.
•    Mandi dan cuci tangan setelah kontak dengan bahan penularan
•    Jangan makan/merokok sehabis kontak dengan bahan penularan
•    Vaksinasi hewan peliharaan
•    Bersihkan diri setelah kontak dengan hewan peliharaan
•    Bersihkan kandang dan lingkungan sekitar secara berkala

Beginilah cara bagaimana anda boleh terjangkit penyakit ini.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More